Guna Didapatnya Kegiatan Yang Benar Benar Prioritas Biro Rena Laksanakan Rakernis Perbaikan Kertas Kerja RKA-K/L, TOR dan RAB Pagu Anggaran TA. 2018

(admin, 2017). Guna menindaklanjuti kegiatan tingkat Mabes Polri tentang Penyusunan Pagu Anggaran TA. 2018, serta  reviu oleh Itwasum Polri (APIP), yang telah dilaksanakan pada tgl. 28 Juli s.d 3 Agustus 2017 di Jakarta, Birorena Polda Sumbar melaksanakan kegiatan Rakernis Perbaikan Kertas Kerja RKA-K/L, TOR dan RAB Pagu Anggaran TA. 2018.
Kegiatan yang dimotori Bag Renprogar,  diikuti oleh  para pelaksana teknis RKA-K/L (operator RKA-K/L) Satker jajaran Polda Sumbar, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 4 gedung Mapolda Sumbar.
Dalam paparanya, Kabagrenprogar menyampaikan arahan Asrena Kapolri ttg kebijakan anggaran TA. 2018, tambahan anggaran utk beberapa kegiatan yg menjadi prioritas Kapolri dan adanya perubahan indeks uang makan yang menggunakan indeks maksimal.
Salah satu kebijakan dari pemerintah adalah naiknya indeks uang makan (ULP Operasi, ULP jaga kawal, uang makan pendidikan) yang sebelumnya masih rendah dan bervariasi, ditahun 2018 disamakan dan menggunakan indeks maksimal.
Kemudian untuk wilayah yang TA. 2018 ada Pilkada agar menghimpun rencana kebutuhan dan usulkan ke Pemda, pedomani peraturan Asops Kapolri, jangan main pukul rata/persentase, sesuaikan dengan kebutuhan lapangan, perhatikan tahap-tahap Pilkada tahun 2018, 2019 dan penggunaan anggaran nantinya harus sesuai dengan Mou.
Setelah penyampaian arahan, operator memperbaiki kertas kerja RKA-K/L dan TOR/RAB sesuai petunjuk dari Srena Polri dan Tim Reviu Itwasum Polri. Kegiatan ini dibimbing oleh Operator RKA-K/L Polda Sumbar Brigadir Johan Chandro.
Begitu pentingnya fungsi perencanaan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia dan membangun institusi Polri

“Satker diharapkan benar-benar dapat menentukan kegiatan yang menjadi prioritas untuk tahun anggaran 2018, sehingga apabila turun anggarannya KPA tidak boleh lagi mengatakan ada kegiatan yang lebih prioritas lagi, jadi harus benar perencanaannya supaya tidak perlu melakukan revisi dalam tahun anggaran berjalan, karena banyaknya revisi menandakan tidak bagusnya perencanaan” pungkas Akbp Widya Azis Kabag Renprogar kepada admin disela sela penutupan Rakernis siang kemaren.

Iklan